Warga Jampang Protes Keberadaan PSK
Posted by: Lensa Bogor Posted date: 20.43 / comment : 0
KEMANG - Pemerintah Desa Jampang tetap konsisten laksanakan program Nongol Babat (Nobat) kendati Bupati Bogor ditangkap KPK.
Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di lingkungan permukiman Rt 01 Rw 01 Kampung Jampang Banten, Desa Jampang, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, semakin meresahkan masyarakat sekitar.
Dilokasi yang terletak diperbatasan Desa Jampang dan Desa Jabon kerap dijadikan tempat maksiat oleh PSK bersama lelaki hidung belang. "Apalagi malam minggu atau malam libur sudah seperti ada pesta seks disitu pak," warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, Minggu (26/5/2014).
Dirinya mengungkapkan bahwa warga Kampung Jampang Banten sudah sangat resah dengan keberadaan PSK yang disinyalir berasal dari Sukabumi dan Cianjur tersebut. "Tidak mungkin kalau rumah yang dijadikan tempat maksiat itu tanpa beking atau jago, sebab sudah beberapa kali ditertibkan pemerintah tapi muncul lagi," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan membenarkan adanya laporan masyarakat yang resah lantaran perkampungannya dikotori dengan beroperasinya belasan PSK. Pihaknya juga sudah berkomunikasi aktif dengan tokoh ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat untuk mencari solusi terbaik membersihkan kampung dari perbuatan maksiat. "Pihak Desa juga sudah berkordinasi dengan pihak Tramtib Kecamatan Kemang, sudah beberapa kali diusir tapi mereka kembali lagi seperti kucing-kucingan," tadas Wawan saat dihubungi Lensa Bogor.
Dirinya berharap kepada Satpol PP Kabupaten Bogor juga turut turun tangan melakukan penertiban keberadaan belasan PSK yang kian meresahkan. "Sebab, ini menyangkut perbatasan dua desa, dan sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan," pintanya. (yd) MS
Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di lingkungan permukiman Rt 01 Rw 01 Kampung Jampang Banten, Desa Jampang, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, semakin meresahkan masyarakat sekitar.
Dilokasi yang terletak diperbatasan Desa Jampang dan Desa Jabon kerap dijadikan tempat maksiat oleh PSK bersama lelaki hidung belang. "Apalagi malam minggu atau malam libur sudah seperti ada pesta seks disitu pak," warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, Minggu (26/5/2014).
Dirinya mengungkapkan bahwa warga Kampung Jampang Banten sudah sangat resah dengan keberadaan PSK yang disinyalir berasal dari Sukabumi dan Cianjur tersebut. "Tidak mungkin kalau rumah yang dijadikan tempat maksiat itu tanpa beking atau jago, sebab sudah beberapa kali ditertibkan pemerintah tapi muncul lagi," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan membenarkan adanya laporan masyarakat yang resah lantaran perkampungannya dikotori dengan beroperasinya belasan PSK. Pihaknya juga sudah berkomunikasi aktif dengan tokoh ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat untuk mencari solusi terbaik membersihkan kampung dari perbuatan maksiat. "Pihak Desa juga sudah berkordinasi dengan pihak Tramtib Kecamatan Kemang, sudah beberapa kali diusir tapi mereka kembali lagi seperti kucing-kucingan," tadas Wawan saat dihubungi Lensa Bogor.
Dirinya berharap kepada Satpol PP Kabupaten Bogor juga turut turun tangan melakukan penertiban keberadaan belasan PSK yang kian meresahkan. "Sebab, ini menyangkut perbatasan dua desa, dan sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan," pintanya. (yd) MS
About Lensa Bogor
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
CIBINONG - lensabogor.com Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia industri seni, baik pada industri pertelevisian, entertain dan pe...
-
Cibinong, lensabogor.com - Dua wisatawan asal Kampung Mangga, Jalan STM Mandiri, Depok. Asep (38) dan Kayla (6) yang tenggelam di Setu C...
-
Cibinong - lensabogor.com Di balik tenggelamnya perahu wisata di setu Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Beredar cerita mis...

Tidak ada komentar: