Ekonomi

Lifestyle

Wisata

» » » » » Tersisa 634 Perusahaan Bogor Absen BPJS Ketenagakerjaan

Bogor – Kinerja Pemkab Bogor dalam meningkatkan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dinilai tim Provinsi Jabar. Penilaian itu sebagai bagian dari lomba BPJS Award 2014.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bogor II Kabupaten Bogor, Rudi Yunarto mengatakan, peningkatan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi penilaian utama untuk meraih BPJS Award 2004.

“Kami berharap Kabupaten Bogor menjadi juara pertama. Selain itu, peran pemerintah daerah dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi tolok ukur utama,” ujar Rudi kepada wartawan, usia rapat dengan Bupati Bogor Nurhayanti dan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nuradi, Rabu (10/12)
.

Rudi menjelaskan, jika Kabupaten Bogor berhasil meraih juara pertama untuk kategori BPJS Award 2014, akan kembali diikutlombakan dalam kegiatan serupa tingkat nasional.

Menanggapi hal itu, Nuradi mengatakan, saat ini tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor mencapai 2.284 perusahaan, dari 2.918 perusahaan yang dinyatakan wajib lapor. “Harus diakui peralihan program Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan masih perlu sosialisasi yang sangat intensif. Agar tingkat peserta meningkat signifikan,” katanya.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan program BPJS, Pemkab Bogor telah melaksanakan berbagai usaha seperti menerbitkan regulasi satu atap, melalui Badan Perizinan Terpadu (BPT) yang menjadi syarat pembinaan kepesertaan BPJS.

“Sementara dari sisi Dinsosnakertrans, kami terus melakukan sosialisasi peningkatan kepesertaan dan aspek penyelesaian kasus ketenagakerjaan,” tuturnya.n Herry Keating

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply