Percetakan Siap Gugat Mendikbud
Posted by: Unknown Posted date: 06.42 / comment : 0
Bogor | Lensabogor.com
Percetakan buku di kawasan Sentul Bogorindo mengaku kecewa terhadap penerapan terbatas kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Manajemen PT Saka Media Satwika, Herry Setiawan mengaku kecewa atas pemberlakuan aturan baru kurikulum 2013 itu. “Kami sangat kecewa dengan aturan baru ini. Kami jelas dirugikan karena telah melanggar kontrak kerja dengan percetakan,” tegas Herry kepada Lensabogor.com, Senin (8/12).
Selain percetakan di wilayah Bogor, sejumlah perusahaan percetakan yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) akan menempuh jalur hukum terkait penerapan terbatas Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. "Kami akan menempuh jalur hukum, terkait keputusan sepihak tersebut," ujar Ketua Umum PPGI, Jimmy Juneanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/12).
Pihak percetakan merasa dirugikan karena mereka telah mencetak buku Kurikulum 2013 sesuai dengan pemesanan sekolah-sekolah. "Kami tidak diajak bicara sebelum Mendikbud Anies Baswedan memutuskan hal itu," keluh dia. Dia mengharapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki solusi lain atasi masalah cetak buku itu. "Kami mengharapkan sebelum kami menempuh jalur hukum, pihak Kemdikbud mengajak kami audiensi," pinta dia.
Sebelumnya pemesanan buku dilakukan langsung oleh sekolah melalui e-katalog pada percetakan. Jumlah buku yang dipesan oleh sekolah-sekolah pada semester satu tahun ajaran 2014/2015 mencapai 245 juta eksemplar dengan nominal Rp3,1 triliun.
Sementara untuk semester dua, buku yang dipesan sebanyak 267 juta eksemplar dengan nilai Rp1,9 triliun. Penyaluran buku untuk semester I mencapai 95 persen, sementara yang sudah dibayar baru 48 persen. Sedangkan penyaluran buku untuk semester dua baru 60 persen, dan belum dibayar sama sekali, kata Jimmy.
Percetakan buku di kawasan Sentul Bogorindo mengaku kecewa terhadap penerapan terbatas kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Manajemen PT Saka Media Satwika, Herry Setiawan mengaku kecewa atas pemberlakuan aturan baru kurikulum 2013 itu. “Kami sangat kecewa dengan aturan baru ini. Kami jelas dirugikan karena telah melanggar kontrak kerja dengan percetakan,” tegas Herry kepada Lensabogor.com, Senin (8/12).
Selain percetakan di wilayah Bogor, sejumlah perusahaan percetakan yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) akan menempuh jalur hukum terkait penerapan terbatas Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. "Kami akan menempuh jalur hukum, terkait keputusan sepihak tersebut," ujar Ketua Umum PPGI, Jimmy Juneanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/12).
Pihak percetakan merasa dirugikan karena mereka telah mencetak buku Kurikulum 2013 sesuai dengan pemesanan sekolah-sekolah. "Kami tidak diajak bicara sebelum Mendikbud Anies Baswedan memutuskan hal itu," keluh dia. Dia mengharapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki solusi lain atasi masalah cetak buku itu. "Kami mengharapkan sebelum kami menempuh jalur hukum, pihak Kemdikbud mengajak kami audiensi," pinta dia.
Sebelumnya pemesanan buku dilakukan langsung oleh sekolah melalui e-katalog pada percetakan. Jumlah buku yang dipesan oleh sekolah-sekolah pada semester satu tahun ajaran 2014/2015 mencapai 245 juta eksemplar dengan nominal Rp3,1 triliun.
Sementara untuk semester dua, buku yang dipesan sebanyak 267 juta eksemplar dengan nilai Rp1,9 triliun. Penyaluran buku untuk semester I mencapai 95 persen, sementara yang sudah dibayar baru 48 persen. Sedangkan penyaluran buku untuk semester dua baru 60 persen, dan belum dibayar sama sekali, kata Jimmy.
About Unknown
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
CIBINONG - lensabogor.com Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia industri seni, baik pada industri pertelevisian, entertain dan pe...
-
Cibinong, lensabogor.com - Dua wisatawan asal Kampung Mangga, Jalan STM Mandiri, Depok. Asep (38) dan Kayla (6) yang tenggelam di Setu C...
-
Cibinong - lensabogor.com Di balik tenggelamnya perahu wisata di setu Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Beredar cerita mis...

Tidak ada komentar: